Minggu, 22 Januari 2017

DAKWAH

Kemunduran Akhlak pemuda di masa kemajuan teknologi


Perkembangan teknologi di zaman yang sudah modernisasi ini merupakan bukti kejayaannya peradaban manusia dalam ilmu pengetahuan. Tak dipungkiri hal itu memberikan manfaaat yang begitu besar terhadap kehidupan manusia. Tapi jika kita melihat keadaan lingkungan sekitar, banyaknya pemuda yang menjadi korban perkembangan teknologi. Hal tersebut terjadi karena lemahnya pemahaman agama yang menjadikan dirinya menjadi budak teknologi. Berbeda dengan pemuda yang memang sudah kuat akan akidah islamnya, dia akan mempergunakan sarana teknologi sesuai kapasitas yang memang dibutuhkan dan diperlukannya tanpa mempergunakan secara berlebihan. Sungguh mengerikan kenyataan yang terjadi sekarang, terlihat masih banyaknya pemuda yang telah terperangkap dalam jebakan kaum kafir. Perangkap itu tak lain adalah sarana teknologi yang mereka ciptakan. Kaum kafir dengan gencarnya menyusun berbagai strategi untuk mengalihkan pemikiran pemuda Islam. Mereka menyadari bahwa umat Islam sulit untuk di hancurkan kecuali dengan merusak pemahaman dan pemikiran pemudanya. Karena pemuda Islam merupakan generasi penerus perjuangan umat Islam. Dapat disimpulkan dengan tayangan-tayangan atau program televisi yang mengesampingkan nilai-nilai syariat dan menonjolkan nilai-nilai kebebasan, seperti kebebasam berpakaian yang mengundang syahwat, pergaulan yang buruk, perkataan yang tidak sopan, dan kehidupan yang hedonisme merupakan cerminan tipu daya teknologi media televisi dalam merusak dan mengalihkan pemikiran pemuda Islam pada kemungkaran. Apalagi jika kita lihat tak adanya syiar yang mengingati tibanya waktu sholat dalam penayangan program-program siaran televisi, terkecuali hanya pada waktu sholat maghrib saja. Hal tersebut menandakan bahwa adanya kesengajaan yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk mengalihkan dan merusak akidah pemuda Islam. Bagaimana kita dapat memanfaatlan sarana teknologi yang di era ini kian menjadi alat perusak moraloleh orang kafir dan munafik. Dakwah, adalah hal manfaat yang dapat kita lakukan untuk memanfaatkan sarana teknologi media massa ini. ketika di manfaatkan sarana teknologi untuk mensyiarkan agama islam maka akan berdampak bagus terhadap perkembangan dan kemajuan Islam. Namun sebaliknya ketika sarana teknologi berisi tentang kemaksiatan, maka laknat Allah lah yang akan diberikan kepada kaum yang membiarkannya.

Allah S.W.T. berfirman :
“  telah dilaknat orang-orang kafir dari bani Israil melalui ucapan Daud dan Isa putra maryam. Hal itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh, sangat buruk apa yang mereka kerjakan.”                (Q.S. Al-Maidah ;78-79)

Dari dalil diatas dapat kita tarik kesimpulan mengenai pesan yang terdapat di dalamnya. Bahwa sesungguhnya Allah akan memberikan azab kepada suatu kaum jika tidak adanya orang-orang yang mencegah perbuatan-perbuatan mungkar yang di lakukan oleh kaum kafir dan munafik, dengan kata lain para orang berilmu pun membiarkan kemaksiatan merajalela maka akan menyebabkan laknat Allah akan kita dapati. Tak dipungkiri banyaknya peristiwa bencana alam seperti gempa bumi, angin taufan, kecelakaan, banjir, kebakaran. Hal-hal diatas telah dianggap biasa oleh umat sekarang ini. Padahal jika kita mau memperhaikan dan merenunginya, tak mungkin Allah memberikan kehendak tanpa adanya sebab. Sepert hadits yang berisi ketika Ibnu Abbas R.A. bertanya pada Rasulullah, “Ya Rasulullah, apakah suatu kampung dapat dibinasakan sedangkan di tengah-tengah mereka ada orang-orang shalih ?” Beliau bersabda, “Ya, sebab mereka menganggap remeh dan berdiam diri atas perbuatan yang mendurhakai Allah.” ( H.R. Thabrani)
Sungguh ini adalah teguran kepada kita semua, umat Rasulullah S.A.W., untuk kita agar semangat dalam berdakwah  dengan istiqamah dan bersabar. Demikian juga hasil dakwah yang kita serahkan seluruhnya hanya kepada Allah S.W.T., karena Allah telah berfirman bahwanya :


“ Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk-Nya kepada orang yang dkehendaki-Nya.” (Q.S. Al-Qashas ;56)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar