JADIKAN DAKWAH SEBAGAI KERJA
UTAMA
Dalam agama yang dijadikan rahmatan
lil alamin menyeru manusia pada kebaikan merupakan anjuran yang pernah
dilakukan pula oleh manusia paling mulia dan derajat tertinggi yakni nabi
muhammad S.A.W. Seruan yang mengajak pendekatan diri kepada Allah S.W.T., biasa
disebut oleh umat Nabi muhammad S.A.W. yakni sebagai dakwah. Dalam berdakwah
maka manfaat akan dirasakan bagi orang lain. Hal itu telah di Firmankan oleh
Allah S.W.T., di dalam AL Qur’an :
“dan
berilah perilah peringatan, sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi
orang-orang beriman.” (Adz-Dzariyat :55)
Ahli
tafsir telah menuliskan bahwa ayat ini bermaksud mentablighkan ajaran Islam artinya memberi
peringatan kepada mukminin dengan ayat-ayat Al-Qur’an, dan ini sangatlah
bermafaat untuk menghidupkan agama serta meyenlematkan manusia dari perbutan
dosa dan sebagai pengingat bagi diri kita sendiri yang mendakwahkannya. Di lain
sisi, dakwah merupakan ucapan yang terbaik dan termasuk perbuatan amal shalih.
Hal tersebut seperti apa yang Allah Firmankan :
“
Orang yang paling baik perkatannya
adalah orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan serta,
“Sungguh, aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (Q.S. Fussilat ;33)
Sebagai
umat akhir zaman, sangat sedih ketika kita mengetahui pada zaman ini terlihat
banyaknya perbuatan manusia yang semakin jauh dari nilai-nilai agama Islam.
Bahkan cenderung pada kesyirikan seperti yang nampak pada zaman jahiliah. Sebagai
umat Nabi Muhammad yang tak lain Beliau S.A.W. merupakan Nabi penutup dari
segala Nabi, utusan dari Allah atas penyempurna dari seluruh ajaran, penerima
wahyu yang dijadikan pelengkap dari segala wahyu, dan Nabi dari seluruh umat
manusia setelah diutusnya sebagai Rasululloh, sudah menjadi keharusan bagi
umatnya untuk meneruskan perjuangan yang telah dilakukan oleh Rasulnya.
Perjuangan itu adalah menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran.
Seperti dalil yang telah tertera di dalam Al Qur’an :
“
kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia karena kamu
menyuruh berbuat berbuat ma’ruf, mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada
Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di
antara mereka ada yang beriman, tetapi kebanyakan mereka adalah orang-orang
fasik”. (Q.S. Ali-Imran ; 110)
Dan
sunguh suatu hal yang dapat memberikan kebaikan bagi para orang yang menyeru
pada kebaikan adalah adanya pahala yang telah Allah sediakan ketika orang yang
kita dakwah itu mengamalkannya. Kabar gembira itu tertera pada hadits yang
telah diriwayatkan oleh perawi hadits mahsyur. Rasulullah S.A.W. bersabda,
“barangsiapa mengajak seseorang kepada suatu kebaikan. Maka ia mendapat pahala
sebanyak pahala yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sendiri
sedikitpun.” (H.R. Muslim).
Hal-hal
yang perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai kriteria berdakwah perlu
diketahui. Sebagaimana pembagiannya, dakwah terbagi menjadi tiga tahapan yaitu
melalui kekuasaan, melalui lisan, dan dibenci oleh hati. Kebencian yang di
dalam hati merupakan batas minimal kemampuan berdakwah. Dengan kebencian itu
menandakan kita tak setuju dengan perbuatan dosa tersebut. Lalu jika ada
pertanyaan mengenai siapa sajakah orang-orang yang perlu kita dakwahi, jawabnya
ialah Setiap umat Islam ini bertanggung jawab berdakwah kepada seluruh manusia.
Hal tersebut telah Allah nyatakan di dalam Firman-Nya di surat Ali Imran ayat
110.
Hal-hal
yang perlu kita dakwahkan kepada manusia terbagi menjadi tiga hal pula, yakni
mengajak manusia dari kebesaran Allah, dari kebesaran dunia kepada kebesaran
akherat, dari kebesaran harta kepada kebesaran amal. Jika sudah diketahui
tahapan dari dakwah serta hal-hal yang perlu di dakwahkan maka sudah seharusnya
kita mengkuatkan niat dalam berdakwah. Karena dakwah hanya bisa berhenti hingga
maut memisahkan. Seperti yang telah diriwayatkan oleh perawi hadits, Rasulullah
S.A.W. bersabda, “ siapa yang sampai mati tidak berjuang jihad dan tidak
bergerak dalam hatinya untuk berjihad fi sabilillah, maka ia mati disalah satu
cabang nifak (disalah satu bagian munafik).” (H.R. Muslim).
Jika engkau tak mampu berjihad dalam
berdakwah, maka sudah dapat dipastikan engkau tak akan siap berjihad dalam
pertempuran. Jika engkau belum mendapat kesempatan jihad dalam pertempuran,
berjihadlah dengan berdakwah. Karena dakwah merupakan bagian dari jihad fi
sabilillah yang menegakkan agama yang di ridhoi Allah S.W.T.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar